PANDAN//MSN,
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Efendi Lubis menyaksikan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana banjir alam banjir bandang dan tanah longsor di Tapteng, bertempat di Ruang Rapat Cenderawasih Kantor Bupati Tapteng, pada Senin (5/1/2026).
"Penandatanganan SPK itu sendiri dilakukan antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan kontraktor PT Langkah Indo Nusantara, untuk pembangunan 118 unit Hunian Tetap di Kecamatan Pinangsori Tapteng.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan Huntap merupakan proyek kemanusiaan yang tidak ada unsur komersialnya sedikit pun.
"Hal tersebut juga sebagai wujud hadirnya negara di tengah-tengah warga yang tertimpa bencana berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia," kata Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.
Pemkab Tapteng sendiri, lanjut Masinton akan menyiapkan lahan di sejumlah titik untuk dibangunkan hunian sementara yang ada di Tapteng. Itu kita siapkan satu diantaranya adalah di Pinangsori, Asrama Haji.
"Lokasi ini sebelumnya adalah lahan milik Pemkab Tapteng, kemudian dihibahkan kepada Kementerian Agama. Kemudian, kita mintakan untuk dihibahkan kembali untuk masyarakat yang terdampak bencana dalam bentuk hunian tetap," jelas Masinton.
Pemkab Tapteng juga telah menyediakan lahan seluas 2,8 Hektar untuk peruntukan yang sama Huntap dan terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk menyediakan lahan-lahan lainnya hingga seluruh warga terdampak bencana bisa memiliki hunian pasca bencana.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kerja keras selama ini dalam mempersiapkan lahan, baik secara teknis mau pun non teknis, khususnya dalam menyediakan lahan yang clear and clean, sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat kepercayaan untuk membantu warga terdampak bencana di Sumatera.
(Red/A.Gulo)

