-->



News

Air yang Datang Bersama Harapan: Aksi Kemanusiaan PAM JAYA untuk Korban Bencana di Aceh

Admin

 

ACEH //MSN,

Di tengah kondisi pascabencana alam di wilayah sumatera terkhusus di wilayah Aceh sudah mulai reda dan membuat hati lega dan berusaha memperbaiki dan membersihkan sisa-sisa gelondongan kayu dan sampah akibat banjir bandang, tetapi kebahagian hilang seketika dan dibayangi ketakutan karna  masih dilanda hujan yang tak terprediksi hujan  dengan intensitas tinggi. Akibat hujan yang melanda dan banjir  tak berhenti seakan-akan sumber kehidupan tidak ada lagi, kenapa tidak akses jalan putus dimana-mana, kebutuhan sembako tidak terlantarkan, air yang merupakan kebuhan pokok susah didpat. 

Pemerintah, POLRI, TNI TIM  SAR seakan tidak tidak terasa kehadirannya karna hujan dan banjir tidak berhenti.

Dalam situasi seperti ini berbagai pihak dan perusahaan berusaha membantu demi kemanusiaan, salah satu yaitu Perusahaan Air Minum Jaya (PAM JAYA) melakukan aksi kemanusiaan dengan mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile di wilayah terdampak bencana di Aceh.

IPA Mobile tersebut memanfaatkan air sungai setempat untuk diolah menjadi air bersih yang layak dan aman untuk langsung dikonsumsi oleh masyarakat di lokasi pengungsian. Aksi ini terekam dalam sejumlah video yang kemudian viral di media sosial.

Aktivis 98 sekaligus Ketua Umum KAMAKSI (KAUKUS MUDA ANTI KORUPSI) Joko Priyoski, menilai kehadiran PAM JAYA di tengah situasi darurat sebagai bentuk nyata pelayanan publik yang berpihak pada kemanusiaan.

 “Di saat masyarakat masih berjuang bertahan di pengungsian, kehadiran air bersih bukan hanya soal kebutuhan dasar, tapi juga soal harapan. IPA Mobile PAM JAYA ini sangat membantu warga, terutama di tengah kondisi hujan yang belum mereda,” ujar Jojo sapaan akrab Joko Priiyoski, Kamis (8/1/2026).

Selain menyediakan air minum langsung di lokasi pengungsian, tim PAM JAYA juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa **logistik dasar dan bantuan untuk anak-anak**, termasuk kepada anak-anak yang terdampak dan kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.

Menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, PAM JAYA turut membagikan 1.000 payung kepada keluarga pengungsi sebagai upaya perlindungan tambahan bagi warga yang beraktivitas di area terbuka.

Ia menambahkan,"aksi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan," sebut Jojo yang juga salah satu Deklarator KOMWAJA (KOMUNITAS WARGA JAGA JAKARTA).

> “Yang dilakukan PAM JAYA bukan sekadar tugas teknis. Ini adalah bentuk empati. Dari air bersih, bantuan langsung, sampai perhatian kecil seperti payung, semua itu berdampak besar bagi warga yang sedang dalam masa sulit,” jelasnya.

Warga di lokasi pengungsian menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Sejumlah warga bahkan mendoakan agar aksi kemanusiaan tersebut menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat.

Hingga saat ini, PAM JAYA masih terus melakukan pemantauan dan pendampingan di lokasi terdampak bencana, seiring upaya pemulihan bagi masyarakat Aceh yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor.

(Red/TIM)


Share:
Komentar

Berita Terkini