Binjai//MSN
Suasana khusyuk menyelimuti Gereja Oikumene di Lapas Kelas IIA Binjai saat Petugas dan Warga Binaan yang beragama Kristen mengikuti kegiatan pembacaan Alkitab dan doa bersama akhir tahun 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kerohanian yang bertujuan untuk memperdalam iman serta menumbuhkan kesadaran spiritual di kalangan warga binaan Kristiani. Rabu, (31/12/2025).
Kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan melalui lagu-lagu rohani Kristen yang dinyanyikan bersama dengan penuh semangat dan sukacita. Selanjutnya, para warga binaan membaca ayat-ayat Alkitab yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dilanjutkan dengan perenungan makna yang terkandung dalam firman Tuhan. Sebagai penutup, para jemaat bersama-sama menundukkan kepala dalam doa syafaat, memanjatkan syukur serta memohon perlindungan dan bimbingan dari Tuhan.
Salah satu ayat yang menjadi perenungan dalam kegiatan kali ini adalah Mazmur 23:1, " Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku ". Firman ini mengajak umat untuk mempercayai Tuhan dalam setiap proses kehidupan, baik pada saat sukacita maupun sukacita Tuhan akan selalu hadir menyertai kita. Jemaat juga diajak untuk memliki kepedulian, kasih, dan perhatian terhadap orang-orang di sekitar.
"Pelayanan yang sejati adalah kita yang menerima Tuhan dalam setiap sukacita maupun dukacita. Jangan pernah takut, jangan pernah cemas akan hari esok, tetapi percayalah bahwa Tuhan selalu hadir di setiap proses kehidupan kita, ujar Subur Tarigan, selaku petugas Lapas Kelas IIA Binjai saat membawa renungan Firman.
Kegiatan kerohanian seperti ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian di Lapas Binjai, yang secara konsisten diberikan kepada semua warga binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Dengan pendekatan rohani, diharapkan warga binaan dapat menjalani proses pemasyarakatan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual.
(Red/A.Gulo)
