-->


News

Penghujung Tahun 2024, Bulog Sampit Kuasai 2.400 Ton Beras

Admin

KOTIM // MSN,

Perum Bulog Cabang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, kuasai sebanyak 2.400 ton beras di penghujung tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bulog Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad, di ruang kerjanya Jum'at (27/12/2024).

"Per akhir Desember 2024 ini stok beras yang dikuasai oleh Perum Bulog Cabang Sampit itu ada diangka 2.400 ton, artinya jumlah stok ini sangat aman saat melewati hari raya Natal kemarin maupun hingga Tahun Baru 2025 nanti," kata Azwar Fuad.

Selain itu ia menyebutkan Bulog Cabang Sampit juga masih menyerap beras lokal seperti beras dari wilayah pagatan, dan juga mendapatkan tambahan stok beras dari Jakarta.

"Untuk saat ini stok beras kami dapat bertahan sampai 5 bulan kedepan, jadi masih sangat aman. Untuk beras pagatan yang masih kami serap ada sekitar 30 ton, jadi di akhir tahun ini beras pagatan yang bisa kita masukkan ada sekitar 50 ton, dan kalau yang dari Jakarta kurang lebih ada 1.000 ton," jelasnya.

"Dapat saya pastikan dari sisi suplai beras ini tidak ada masalah dan sangat aman, jadi masyarakat juga tidak perlu panik dan khawatir karena stok beras aman, dan kemarin Ibu Wakil Bupati Kotim juga mengatakan harga relatif stabil untuk beras, yang ada kenaikan mungkin hanya di komoditas sayur-mayur itu dikarenakan stok dari pulau Jawa yang terbatas karena gelombang laut yang tinggi," ujarnya.

"Kemarin saat dilakukan sidak di gudang distributor swasta ada kenaikan Rp. 100 rupiah sampai Rp. 200 rupiah, tapi kalau untuk harga Bulog tergolong stabil," ucapnya.

"Selain beras, komoditas lainnya yang kami sediakan adalah gula sebanyak 20 ton, daging beku sebanyak 5 ton, dan minyak goreng sebanyak 2.500 liter. Jadi stok terbesar kami adalah beras, tetapi juga ada pelengkapnya seperti gula, minyak goreng dan daging beku," tambahnya lagi.

"Kedepan rencananya kami juga akan mengadakan program bantuan pangan di bulan Januari-Februari 2025, program bantuan dari pemerintah ini gratis untuk orang yang kurang mampu," ujarnya.

"Kalau di Kotim ini penerimanya ada sebanyak 18.836 KK, pemerintah akan menggelontorkan beras bantuan pangan itu sebagai kebijakan atas kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen, supaya masyarakat miskin tidak terlalu terdampak maka akan diberikan beras bantuan gratis ini selama dua bulan. Biasanya kami yang menyiapkan berasnya kemudian yang mengantarkannya itu adalah PT.Pos," pungkas Azwar Fuad.

(Rine)

Share:
Komentar

Berita Terkini