-->


News

FC KATER ANGKAT TROFI, DRAMA PENALTI WARNAI FINAL TURNAMEN SIMPANG KALAM

Admin



PASAMAN //MSN,

Lapangan sepak bola Simpang Kalam, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, berubah menjadi lautan manusia, Sabtu (5/9/2026). Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan laga final sekaligus penutupan Turnamen Sepak Bola Simpang Kalam.

Sorak-sorai penonton pecah mengiringi pertandingan puncak yang mempertemukan FC Kater Jorong Simpang Tonang Utara kontra Silem FC dari Silang Empat.

Final berlangsung sengit. Kedua tim tampil agresif dan saling menekan sejak menit awal. Namun hingga pertandingan berakhir, pemenang belum juga ditentukan.

Drama akhirnya berlanjut ke adu penalti.

FC Kater mampu keluar sebagai kampiun setelah menundukkan Silem FC dengan skor 2–1 melalui babak tos-tosan.

Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan FC Kater Jorong Simpang Tonang Utara mengangkat trofi juara Turnamen Sepak Bola Simpang Kalam.



BUPATI PASAMAN TURUN LANGSUNG, APRESIASI SEMANGAT WARGA

Penutupan turnamen turut dihadiri Bupati Pasaman Welly Suheri. Kehadiran kepala daerah tersebut disambut antusias masyarakat dan para pecinta sepak bola yang memenuhi lapangan.

Sejumlah tokoh dan pejabat daerah juga hadir, antara lain Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai NasDem Selamat Simamora, Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Roma Reski, SH., Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Partai Golkar Hamdan, Kapolsek Dua Koto Rido M. Simamora, SH., MH., Camat Dua Koto Hapnil Wadi, serta Wali Nagari Cibadak Tengah Drs. Sulhaddi.

Turut hadir panitia pelaksana, tokoh masyarakat dan ribuan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pasaman menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga turnamen dapat berlangsung hingga babak final.

Menurut Welly Suheri, kompetisi sepak bola tidak semata-mata tentang menang dan kalah. Lebih jauh, turnamen menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan sekaligus memberikan wadah positif bagi generasi muda.

Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan sehingga potensi dan bakat pesepakbola muda, khususnya di Kecamatan Dua Koto dan Kabupaten Pasaman, dapat terus tumbuh.

BUKAN SEKADAR TROFI, PANITIA APRESIASI PEMAIN DAN SUPORTER

Menariknya, panitia tidak hanya memberikan penghargaan kepada tim yang berhasil menjadi juara.

Sejumlah kategori penghargaan turut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang dinilai memberikan kontribusi dan prestasi selama turnamen berlangsung.

Penghargaan tersebut meliputi juara pertama, juara kedua, pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, hingga penonton terbaik.

Pengalungan penghargaan juara pertama kepada pemain FC Kater dilakukan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Selamat Simamora bersama Kapolsek Dua Koto Rido M. Simamora, SH., MH.

Sementara penghargaan juara kedua kepada Silem FC diserahkan Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Partai NasDem Roma Reski, SH., bersama Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Partai Golkar Hamdan.

Penghargaan pemain terbaik diserahkan Camat Dua Koto Hapnil Wadi, sedangkan penghargaan penonton terbaik diberikan Wali Nagari Cibadak Tengah Drs. Sulhaddi.

SEPAK BOLA JADI PANGGUNG KEBERSAMAAN

Berakhirnya pertandingan final bukan sekadar menandai lahirnya juara baru. Turnamen Simpang Kalam juga memperlihatkan bagaimana sepak bola mampu menjadi magnet yang mempertemukan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.


Di tengah persaingan di lapangan, sportivitas tetap menjadi bagian penting dari rangkaian pertandingan. Laga final dan prosesi penutupan dilaporkan berlangsung tertib, aman dan lancar.

Dengan berakhirnya laga final serta penyerahan seluruh penghargaan, Turnamen Sepak Bola Simpang Kalam resmi ditutup.

FC Kater pulang membawa trofi juara. Namun bagi masyarakat Dua Koto, semangat olahraga, silaturahmi dan ruang positif bagi generasi muda menjadi kemenangan yang jauh lebih panjang.

(Red/Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini