Beredarnya informasi terkait dugaan praktik perjudian dengan sebutan “Cap Oke Gas” di wilayah Sumatera Utara menjadi perhatian publik. Dalam informasi yang beredar, aktivitas tersebut diduga melibatkan berbagai jenis perjudian, seperti togel, sabung ayam, dan permainan lainnya, Sabtu (4/4/2026).
Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam membekingi praktik tersebut. Namun demikian, informasi ini masih bersifat dugaan dan memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan, seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan (inisial PS) mengaku mendengar bahwa jaringan perjudian tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan oknum tertentu.
“Yang kami dengar, Cap Oke Gas itu ada kaitannya dengan oknum di Poldasu,” ujarnya kepada wartawan.
PS juga menyebutkan bahwa aktivitas perjudian seperti sabung ayam disebut berlangsung secara terorganisir dan berpindah lokasi setiap pekan, antara lain di wilayah Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, dan sekitarnya.
Menanggapi isu tersebut, tokoh pemuda Sumatera Utara dari Kolaborasi Anak Muda Sumut Millenial (KAM Sumut Millenial), Aditya Tanjung (CIJ, CPW, CPFI), menyatakan bahwa apabila informasi tersebut benar, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas.
“Jika ini terbukti, tentu sangat memprihatinkan. Aparat penegak hukum seharusnya memberantas perjudian, bukan justru diduga membekingi,” ujarnya.
Ia juga meminta Kapolda Sumatera Utara, Whisnu Hermawan, untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan tersebut.
“Kami berharap Kapolda dapat menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat dan memeriksa jika ada oknum yang terlibat,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat juga meminta aparat terkait untuk menertibkan aktivitas perjudian yang disebut masih berlangsung di wilayah Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi dan menunggu klarifikasi dari pihak terkait.(Red/Tim)
